@ragaadin
  • 116
    Post
  • 1.3k
    Followers
  • 983
    Following

's Posts

•
•
asleep...
.
Never really rested until both of our feet were behind the gates of heaven.
•
.
.
.
.
•
📷 F/1.6 | ISO200 | 20
•
Malam ini adalah malam di mana fenomena micromoon terjadi. Fenomena terjadi ketika Bulan mencapai orbit terjauh dengan Bumi dalam setahun, yang secara astronomis disebut sebagai apogee. Pada pukul 12.50 WITA, Bulan mencapai titik apogee dengan jarak sejauh 412.390 km dari bumi. Dan foto di atas adalah citra Micromoon yang saya potret dari kamera HP saya sekitar pukul 19.10 WITA, bersanding dengan kabut asap yang juga masih menyelimuti langit malam. warna bulan kuning-kemerahan karena posisi masih tidak terlalu jauh dari horizon langit.
•
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
•
📷 F/3.4 | ISO500 | 1/25
•
Sehari setelah fase purnama.
Indeks kualitas udara di kota hari ini sedikit membaik dibanding kemarin, membuat visibilitas benda langit juga menjadi lebih baik.
.
Barangkali ada yang bertanya, mengapa beberapa hari ini memotret bulan? Simpel, karena setiap pertengahan bulan Hijriyah adalah waktu terbaik untuk memotret bulan. Berbeda ketika bulan sudah semakin memasuki fase bulan baru (Setiap akhir dan awal bulan Hijriyah), maka itu waktu terbaik untuk memotret langitnya.
.
Jangan lupa, cahaya bulan juga merupakan salah satu sumber polusi cahaya, namun polusi cahaya yang alami. Itulah mengapa memotret langit malam atau bintang ketika bulan sedang berada dalam fase purnama adalah waktu yang dihindari oleh para astrofotografer, karena visibilitas bintang akan kalah dengan cahaya bulan.
. 
Tapi bagaimana jika tetap ingin memotret langit malam ketika fase bulan sedang purnama? tentu saja bisa. Setiap hari waktu terbit bulan berubah-ubah, semakin menuju akhir bulan hijriyah, maka waktu terbit bulan semakin mundur, kemudian kembali ke siklus awal semula. Pastikan saja memotretnya ketika bulan belum terbit.
•
.
.
.
.
.
•
📷 F/3.4 | ISO125 | 1/50
•
•
Hanya suara khas malam,
tiada bising, tiada terik cahaya,
bersama sesuatu yang berpendar dari seberang,
dan bersama sinar dari bintang-bintang.
Dalam setiap malam itulah, aku berdamai dengan diriku,
dengan jasad dan sukmaku, dengan memori yang telah lalu.
Pun dengan orang-orang yang seharian ini telah bertemu
dan bertamu.
Ah, terlalu banyak yang tidak seharusnya dipikirkan,
menjadikannya berat memakai pakaian 'beban'.
Maafkan aku, maafkan aku, diriku.
Tenteramlah.
•
.
.
.
.
.
.
.
.
.
•
Nb: mengulang potret April pada Juni kemarin di tempat yang sama.
📷 F/1.6 | ISO1000 - ISO3200 | 15
•
Let us not forget,
who we are,
whence we came,
where we shall go...
—sy.
•
.
.
.
.
•
📷 F/1.6 | ISO800 | 30
•
Can you feel it?
•
.
.
.
.
.
•
📷 F/1.6 | ISO800 | 20
•
Suara benda yang tiba-tiba jatuh dari pohon, atau hentakan sendal orang yang sedang menapak, atau pula sesuatu yang seperti berlari di belakang saya ketika sedang memotret. Semua itu 'ikut mewarnai' hampir setiap kali saya memotret langit malam.
.
In frame, Winter Triangle (Segitiga Musim Dingin) yang akan terbit, termasuk di dalamnya adalah bintang Betelgeuse yang merupakan bagian dari konstelasi Orion, Sirius yang 'bertuan rumah' di konstelasi Canis Major, dan Procyon yang belum tertangkap dalam pandangan karena masih tertutupi oleh dahan-dahan pohon.
.
Ketiga bintang yang membentuk pola Segitiga Musim Dingin ini menandakan bahwa musim hujan akan segera memasuki negeri-negeri yang bertempat di daerah ekuator bumi.
•
.
.
.
.
.
.
•
📷 F/1.6 | ISO400 | 30
•
Endless night journey...
•
.
.
.
.
.
•
In frame, jantung rasi orion.
📷 F/1.6 | ISO800 | 30
•
Pleiades a.k.a Lintang Kartika
•
.
.
.
.
•
📷 F/1.6 | ISO800 | 30
•
Dalam gelap, titik-titik rapi yang bagi sebagian besar umat manusia nampak berserakan itu begitu indah. Setiap pendar cahayanya adalah pemberian Yang Maha Agung, yang hanya terlihat dalam kegelapan yang sangat, agar kita menghargai setiap kembang-kempis nafas alam semesta.
.
Menempuh perjalanan (untuk) melihatnya menyadarkan kita akan setiap rasa takut dan was-was yang menyelinap ke hati, bahwa kita memanglah makhluk yang lemah, tak dapat terlepas dari pada bergantung kepada-Nya untuk menumbuhkan keberanian, melalui sepanjang malam yang gelap gulita.
.
Bukan orang aneh ketika kau lebih tertarik mengadahkan kepala ke langit malam, melempar pandanganmu lebih lama ke atas sana dibanding manusia kebanyakan. Kelak orang lain akan mengerti rasanya.
•
.
.
.
.
.
•
📷 F/1.6 | ISO800 | 30